Halaman

    Social Items

Konsultan HRD
Jakarta Forum - Duga ada penyelewengan, puluhan marbot sambangi DMI Jakarta Pusat, mereka mempertanyakan dana bantuan hibah yang hingga saat ini mereka belum terima. 

Duga Ada Penyelewengan, Puluhan Marbot Sambangi DMI Jakarta Pusat


Marbot di Jakarta Pusat pertanyakan dana hibah. Puluhan marbot di wilayah Jakarta Pusat mempertanyakan dana bantuan hibah yang hingga saat ini mereka belum terima. 
duga-ada-penyelewengan-puluhan-marbot-sambangi-dmi-jakarta-pusat

Mereka juga mempertanyakan mengenai hal tersebut ke Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta pusat. 

Pihak DMI Jakpus sendiri mengaku hingga saat ini pihaknya memang belum menerima dana tersebut.

Puluhan marbot yang membuat pernyataan sikap pada Sabtu siang (27/06) menduga adanya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum DMI DKI.

duga-ada-penyelewengan-puluhan-marbot-sambangi-dmi-jakarta-pusat
Duga Ada Penyelewengan, Puluhan Marbot Sambangi DMI Jakarta Pusat
Karena sudah beberapa tahun belakangan ini kejelasan dana tersebut tidak diketahui dan kalaupun ada yang menerima, penerimaan tidak merata. 

Bahkan mereka pun menemukan bukti-bukti dugaan penyelewengan bantuan di salah satu mushola kawasan Rawasari.

Pengurus mushola tersebut mengajukan dana bantuan namun pengajuannya tertulis bukan mushola melainkan masjid.

DMI DKI sendiri mengeluarkan BOTI untuk mushola sebesar Rp.12 juta sedang untuk masjid sebesar Rp.24 juta.

Belum lagi dana keberangkatan umroh hadiah pemerintah yang diterima marbot berdasar pengundian.

Marbot yang menerima diminta sejumlah uang dengan alasan sebagai biaya operasional.

Ketua DMI wilayah Jakarta Pusat KH. AD Kusumah saat dikonfirmasi memang mengakui, puluhan marbot terutama di wilayahnya mempertanyakan hal tersebut.

Beliau sendiri pernah menanyakan hal ini ke pihak terkait. Namun memang jawabannya hingga saat ini belum diterima.

Berdasar keterangan puluhan marbot tersebut, dana hibah mereka terima setiap tahun dengan jumlah variatif.

Namun sejak tahun 2015 hingga sekarang penerimaan tersendat bahkan tidak sama sekali.

Mereka pun mengaku tidak menuntut, melainkan hanya mempertanyakan kemana dana hibah tersebut disalurkan.

Duga ada penyelewengan, puluhan marbot sambangi DMI Jakarta Pusat.

Duga Ada Penyelewengan, Puluhan Marbot Sambangi DMI Jakarta Pusat

Jakarta Forum - Duga ada penyelewengan, puluhan marbot sambangi DMI Jakarta Pusat, mereka mempertanyakan dana bantuan hibah yang hingga saat ini mereka belum terima. 

Duga Ada Penyelewengan, Puluhan Marbot Sambangi DMI Jakarta Pusat


Marbot di Jakarta Pusat pertanyakan dana hibah. Puluhan marbot di wilayah Jakarta Pusat mempertanyakan dana bantuan hibah yang hingga saat ini mereka belum terima. 
duga-ada-penyelewengan-puluhan-marbot-sambangi-dmi-jakarta-pusat

Mereka juga mempertanyakan mengenai hal tersebut ke Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jakarta pusat. 

Pihak DMI Jakpus sendiri mengaku hingga saat ini pihaknya memang belum menerima dana tersebut.

Puluhan marbot yang membuat pernyataan sikap pada Sabtu siang (27/06) menduga adanya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum DMI DKI.

duga-ada-penyelewengan-puluhan-marbot-sambangi-dmi-jakarta-pusat
Duga Ada Penyelewengan, Puluhan Marbot Sambangi DMI Jakarta Pusat
Karena sudah beberapa tahun belakangan ini kejelasan dana tersebut tidak diketahui dan kalaupun ada yang menerima, penerimaan tidak merata. 

Bahkan mereka pun menemukan bukti-bukti dugaan penyelewengan bantuan di salah satu mushola kawasan Rawasari.

Pengurus mushola tersebut mengajukan dana bantuan namun pengajuannya tertulis bukan mushola melainkan masjid.

DMI DKI sendiri mengeluarkan BOTI untuk mushola sebesar Rp.12 juta sedang untuk masjid sebesar Rp.24 juta.

Belum lagi dana keberangkatan umroh hadiah pemerintah yang diterima marbot berdasar pengundian.

Marbot yang menerima diminta sejumlah uang dengan alasan sebagai biaya operasional.

Ketua DMI wilayah Jakarta Pusat KH. AD Kusumah saat dikonfirmasi memang mengakui, puluhan marbot terutama di wilayahnya mempertanyakan hal tersebut.

Beliau sendiri pernah menanyakan hal ini ke pihak terkait. Namun memang jawabannya hingga saat ini belum diterima.

Berdasar keterangan puluhan marbot tersebut, dana hibah mereka terima setiap tahun dengan jumlah variatif.

Namun sejak tahun 2015 hingga sekarang penerimaan tersendat bahkan tidak sama sekali.

Mereka pun mengaku tidak menuntut, melainkan hanya mempertanyakan kemana dana hibah tersebut disalurkan.

Duga ada penyelewengan, puluhan marbot sambangi DMI Jakarta Pusat.