Ekspedisi

Produksi Pangan Terdampak Perubahan Iklim, Teknologi Molekuler Jadi Masa Depan Sektor Pertanian

Jakarta Forum - Produksi pangan terdampak perubahan iklim, teknologi molekuler jadi masa depan sektor pertanian. Perusahaan "agri-genomics" yang berkantor pusat di Singapura, Singrow, luncurkan varietas stroberi pertama di dunia yang mampu bertahan dari iklim.

Produksi Pangan Terdampak Perubahan Iklim, Teknologi Molekuler Jadi Masa Depan Sektor Pertanian


Singrow, perusahaan agri-genomics asal Singapura yang sukses mengembangkan platform teknologi genomika eksklusif, meluncurkan varietas stroberi pertama di dunia yang mampu bertahan dari iklim (climate-resilient).
produksi-pangan-terdampak-perubahan-iklim-teknologi-molekuler-jadi-masa-depan-sektor-pertanian

Varietas stroberi baru ini menjadi inovasi pertama yang terwujud berkat teknologi transformatif tersebut.

Singrow juga tengah mengembangkan segmen tanaman lain yang akan menjawab isu ketahanan pangan di seluruh dunia, khususnya di Asia dan Afrika sebagai dua benua yang terdampak perubahan iklim.

Teknologi genomika mutakhir di balik varietas stroberi ini membuka peluang transformasi industri pertanian dengan nilai pasar US$ 12 triliun.

Kesuksesan varietas stroberi baru dan inovasi lainnya dapat menjadi terobosan penting dalam upaya dunia memerangi ancaman ketahanan pangan dan malnutrisi.

Atasi Kendala Musim dan Suhu


Metode budi daya stroberi baru ini mengandalkan ilmu genomika mutakhir. Tujuannya, menciptakan varietas tanaman yang sarat nutrisi, serta mampu bertahan dari kekeringan dan penyakit.

Stroberi musiman yang biasa ditanam di area beriklim sedang merupakan komoditas yang diekspor dari berbagai penjuru dunia menuju Asia Tenggara.

Akibatnya, buah ini menjadi mahal di Asia Tenggara.

Bahkan, ekspor stroberi menimbulkan banyak jejak karbon. Karena mampu bertahan dari perubahan iklim dan memiliki tingkat panen yang tinggi, Stroberi Singrow kini dapat dibudidayakan di negara tropis dengan skala luas.

Dengan demikian, varietas ini berhasil mengatasi kendala musim dan suhu, serta sangat potensial bagi petani sekaligus menghemat biaya yang dikeluarkan konsumen.

Teknologi Genomika


"Singrow menjadi perusahaan pertama yang sukses memanfaatkan teknologi genomika untuk mengembangkan varietas stroberi komersial yang berkelanjutan dan dapat dibudidayakan di iklim tropis, seperti Singapura dan Asia Tenggara.

Kesuksesan varietas stroberi ini tercapai berkat riset selama beberapa tahun.

Maka, kami gembira mengumumkan pencapaian tersebut kepada komunitas pertanian dunia," ujar Dr. Bao Shengjie, CEO & Chief Scientist, Singrow.

Singrow memakai teknologi genomika mutakhir berdasarkan pemahaman luasnya atas genom tumbuhan.

produksi-pangan-terdampak-perubahan-iklim-teknologi-molekuler-jadi-masa-depan-sektor-pertanian
Produksi pangan terdampak perubahan iklim, teknologi molekuler jadi masa depan sektor pertanian
Lewat teknologi ini, Singrow meningkatkan nutrisi dan tingkat panen tanaman pangan dengan varietas yang mampu bertahan dari penyakit dan iklim.

Metode ini lebih produktif ketimbang pembibitan konvensional. Karena mendatangkan banyak manfaat, teknologi ini semakin marak digunakan di seluruh dunia.

Tren ini terlihat dari izin yang baru saja dikeluarkan China atas tanaman pangan yang mengalami penyuntingan gen (gen-edited crop), serta budi daya "Golden Rice" yang lebih kaya nutrisi di Filipina.

Varietas Tanaman Pangan Baru


Teknologi yang mudah dikembangkan tersebut mendatangkan peluang penting bagi industri pertanian.

Apalagi, teknologi ini dapat diterapkan pada banyak tanaman pangan pokok yang terdampak perubahan iklim.

Singrow juga mulai mengembangkan varietas tanaman pangan baru dengan teknologi serupa.

Bahkan, Sungrow memperbanyak varietas baru hingga merambah segmen tanaman pangan lain seperti beras, jagung, kelapa sawit lestari, serta sayur-sayuran pokok yang menjadi bahan pangan sehari-hari.

Dr. Bao berkata, "Suhu yang lebih panas akibat perubahan iklim sangat berdampak pada produksi pangan.

Kami menilai, teknologi molekuler dan pembibitan tanaman pangan lewat genomika menjadi masa depan di sektor pertanian.

Maka, kami bangga mewujudkan masa depan pertanian di Singapura dan menangani isu tersulit dalam melindungi masa depan pangan."

Transformasi Industri Pertanian


Singrow adalah perusahaan agri-genomics asal Singapura yang mengembangkan platform teknologi genomika eksklusif demi memenuhi kebutuhan mendesak di industri pertanian.

Lewat sekuensing genomika, anotasi dan adaptasi gen, serta aplikasinya, Singrow sukses mengembangkan stroberi pertama di dunia yang mampu bertahan dari iklim.

Teknologi genomika Singrow segera mentransformasi industri pertanian yang bernilai US$ 12 triliun.

Maka, Singrow memperluas skala dan menerapkan teknologi inovatif yang sama pada varietas tanaman pangan lain yang sangat berperan dalam konsumsi kita sehari-hari.

Proses transformasi industri pertanian ini menjadi jawaban atas kondisi produksi pangan terdampak perubahan iklim, teknologi molekuler jadi masa depan sektor pertanian.
Ekspedisi
jual-kurma-untuk ramadhan